Posts

Showing posts with the label Fragmen of the Day

Wirid KH Hasyim Asyari saat Dipenjara Jepang

Wirid KH Hasyim Asyari saat Dipenjara Jepang Kepedihan perjuangan melawan ketidakperikemanusiaan penjajah dirasakan betul oleh gurunya para kiai di Nusantara, Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari (1871-1947). Pahlawan Nasional, Pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) tersebut digelandang oleh tentara Nippon (Jepang) karena alasan mengada-ada, berupaya melakukan pemberontakan.   Ayah KH Abdul Wahid Hasyim ini dipenjara dan mengalami siksa pedih dari tentara Jepang untuk alasan yang tidak pernah diperbuatnya. Meski mengalami beragam kekerasan di dalam penjara, kakek dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak menyurutkan sedikit pun semangat menegakkan agama Allah dengan tetap melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mengulang hafalan hadits-hadits dalam kitab Al-Bukhari dan menolak dengan tegas agar hormat menghadap matahari sebagai sikap tunduk dan patuh kepada Kaisar Jepang, Teno Heika.   Kisah keteguhan hati Kiai Hasyim Asy’ari deng...

Riyadhah Rohani Para Ulama Hadapi Penjajah

Riyadhah Rohani Para Ulama Hadapi Penjajah Salah satu kekuatan mendasar rakyat Indonesia, khususnya di kalangan pesantren ialah spirit batin, menyerahkan sepenuhnya kepada Allah dalam setiap perjuangan melawan penjajah. Para kiai pesantren sadar, perjuangan fisik tidak cukup tanpa disertai upaya batin. Sebab itu, sejarah mencatat bahwa fakta-fakta sejarah di luar nalar manusia pada umumnya tersaji ketika para kiai dan santri berhasil memukur mundur penjajah dengan hanya bermodal bambu runcing dan senjata tradisional lainnya.   Berbagai langkah dan strategi dilakukan walaupun dengan menggunakan senjata tradisional, bambu runcing demi membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan untuk mencapai kemerdekaan lahir dan batin.   Bambu runcing, karakternya yang tegak, kuat, gagah, dan tajam tidak lantas membuat para pejuang berhenti berikhtiar untuk mengisi bambu runcing dengan kekuatan doa dari seorang ulama sepuh dari daerah Parakan, Magelang, Jawa Tengah, Kiai Haji ...

Ini Jalan Ibadah Almarhum Al-Faqih KHM Syafi’i Hadzami

Ini Jalan Ibadah Almarhum Al-Faqih KHM Syafi’i Hadzami "Zulfa, shalat sunahku sedikit. Wiridku sedikit. Puasa sunahku juga sedikit,” kata almarhum KHM Syafi’i Hadzami.   Ia kemudian mengutip satu bait dalam Qashidah Al-Burdah   وما تزودت قبل الموت نافلة # ولم أصل سوى فرض ولم أصم   “Tapi moga-moga wiridku dari muda, muthalaah kitab dari jam 10 sampai jam 2 malam, bisa menolongku di akhirat nanti,” kata guru kami KH Syafi’i Hadzami dengan suara lirih.   Larik dalam qashidah ini kalau diterjemahkan berbunyi, “Aku tidak berbekal sebelum meninggal ibadah sunnah#Aku tidak sembahyang selain shalat wajib, dan aku tidak puasa (selain shalat wajib).”   Kalimat itu terasa seperti baru kemarin mendengarnya. Padahal kalimat ini disampaikan hampir 23 tahun yang lalu saat kami bersilaturahmi di bulan Syawwal. Kami teringat ucapan dan kerendahan hati guru mulia kami karena nasihat Imam Ibnu Athaillah Al-Iskandari:   تنوعت أجناس الأعمال بتنوع واردات الأحوال ...