Posts

(Ngaji of the Day) Keutamaan Berangkat Shalat Jumat Lebih Awal

Keutamaan Berangkat Shalat Jumat Lebih Awal Di antara adab menunaikan shalat Jumat adalah berangkat ke masjid lebih awal. Keutamaan bagi yang melakukannya besar sekali, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Antara lain yang diungkap dalam hadits berikut ini:   مَنْ رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ   “Siapa saja yang berangkat shalat Jumat pada jam pertama, seakan-akan be...

Nasaruddin Umar: Kontemplasi Ramadhan (16): Unconditional Lover

Kontemplasi Ramadhan (16) Unconditional Lover Oleh: Nasaruddin Umar   Kualitas cinta ternyata memiliki berbagai tingkatan. Dalam bahasa Arab pun kata "cinta" memiliki tidak kurang dari 14 kosa kata. Di antaranya: Hub, haiam, 'isyq, taulah, khullah, wajd, fana', firam, dll. Satu di antaranya yang sangat penting ialah mahabbah, yang biasa diartikan dengan the saint lover, the sacred love, atau dalam dunia psikologi sering disebut the unconditional love. Begitu kuat cinta itu maka seolah yang mencinta dan yang dicintai menjadi satu. Yang mencinta dan yang dicintai terjadi persamaan secara kualitatif sehingga antara keduanya terjalin keakraban secara aktif.   Cinta itu fluktuatif, kadang naik dan kadang turun. Semua orang berpotensi mencapai puncak kualitas cinta (unconditional love/mahabbah), yaitu cinta yang amat tulus dan pasrah kepada Tuhan. Itu dimungkinkan karena memang semuanya berasal dari Yang Maha Pencinta: Allah Swt. Dari-Nya kita semua berasal dan akan...

(Ngaji of the Day) Anjuran dan Urgensi Memperbanyak Ingat Mati

Anjuran dan Urgensi Memperbanyak Ingat Mati   Kematian merupakan salah satu fase yang terjadi pada manusia. Dalam fase ini ruh yang tadinya menyatu dengan jasad berpisah sehingga jasad sudah tak lagi punya fungsi apa pun. Mata sudah tak bisa melihat, kaki sudah tak bisa berjalan, tangan sudah tak bisa memegang, demikian pula dengan anggota tubuh yang lain, tidak memiliki fungsi apa pun.   Manusia adalah makhluk yang pasti akan merasakan kematian. Hanya saja, kenikmatan duniawi yang fana terkadang menenggelamkan kesadaran akan peristiwa penting tersebut. Nabi memerintahkan agar kita memperbanyak ingat mati, sesuatu yang dapat memutus segala kenikmatan-kenikmatan yang dirasakan di dunia.   Dalam sebuah hadits shahih, Nabi bersabda:   أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ الَّلذَّاتِ اَلْمَوْتِ   “Perbanyaklah mengingat hal yang dapat memutus kelezatan-kelezatan, yaitu kematian,” (HR. Ibnu Hibban, al-Nasai dan lainnya).   Memperbanyak mengingat kematian dapa...

Cak Imin: Pancasila Modal Terbesar Indonesia Bebas dari Pandemi Corona

Pancasila Modal Terbesar Indonesia Bebas dari Pandemi Corona Oleh: A Muhaimin Iskandar   Hari ini, semua bangsa dan negara di seluruh dunia menghadapi situasi sulit dikarenakan serangan covid 19. Bukan hanya menyerang kesehatan umat manusia maupun menghilangkan ratusan ribu nyawa. Namun ekses dan dampak yang diakibatkannya telah mulai melumpuhkan sendi-sendi perekonomian dunia. Tidak sedikit negara yang terancam bangkrut ekonominya karena serangan covid 19. Ribuan industri, perusahaan, pabrik dan usaha juga terpaksa merumahkan ataupun mem-PHK-kan karyawannya karena tidak mampu menghadapi pandemi global ini. Bahkan disejumlah negara melahirkan distabillitas sosial dan politik. Lebih dari itu, distrust antara badan- lembaga internasional dan saling menyalahkan serta silang sengketa antar negara terjadi begitu rupa yang berpotensi mengancam perdamaian dunia. Ditengah kebangkrutan global ini, bagi Partai Kebangkitan Bangsa beruntunglah Indonesia memiliki Pancasila. Meski bangsa ...